Jumat, 09 November 2012

kerjasama ekonomi dalam islam



 Kerja Sama Ekonomi Dalam islam







1.      Syirkah

          Syirkah berarti perseroan atau persekutuan , yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih yang bersepakat untuk berkerjasama dalam suatu usaha,yang keuntungan atau hasilnya untuk mereka  bersama. Syirkah yang sesuai dengan ketentuan syara’  dan bertujuan untuk kesejahteraan bersama merupakan salah satu bentuk taawun (tolong-menolong) yang di perintah oleh Allah SWT. Allah yang berfirman  yang artinya “ Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerakan) kebaikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.’’ (Q.S. Al-Maidah,5:2)

ž  Syirkah di bagi dua
A. syarikat harta (syarikat ‘inan)
           yaitu akad dari dua orang atau lebih untuk bersyarikat/berkongsi pada harta yang di tentukan dengan maksud untuk memperoleh keuntungan.
ž  Adapun syarikat yang harus di penuhi (rukun) dalam syarikat harta itu adalah:
  • Sigat atau lafal akad (ucapan perjanjian)
  • Anggota-anggota syarikat
  • Pokok atau modal dan pekerjaan

B. syarikat kerja
             syarikat kerja adalah gabungan dua orang atau lebih untuk bekerja sama dalam suatu jenis pekerjaan dengan ketentuan bahwa hasil dari pekerjaan di bagikan kepada seluruh anggota syarikat sesuai dengan perjanjian
ž  Para ulama islam umumnya sependapat tentang kebolehan dan sahnya syarikat kerja ini di laksanakan umat islam. Hal ini mengingat manfaat syarikat kerja, yaitu:
ž  Menjalin hubungan persaudaraan, khususnya sesama anggota syarikat
ž  Memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota syaikat
ž  Menyelesaikan dengan baik pekerjaan-pekerjaan  besar yangtidak dapat di kerjakan sendiri, dan hasilnya untuk kepentingan umat manusia.
ž  Melahirkan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan tehnologi dalam bidang ekonomi dan kebudayaan serta bidang pertahanan dan keamanan.

2.      Mudarabah
ž  Menurut istilah dalam ilmu fikih adalah pemberian modal dari pemilik modal kepada seseorang yang akan memperdagangkan modal dengan ketentuan bahwa untung – rugi ditanggung bersama sesuai dengan perjanjian antara ke2 nya pada waktu akad. Bisa berupa uang,pakaian,alat-alat transportasi,dan modal dalam bentuk lain.
ž  Hukumnya dibolehkan ( mubah )

Ketentuan-ketentuan (rukun) dalam qirad adalah:
ž  Muqrid ( pemilik modal ) dan muqtarid  ( yang menjalankan modal ) hendaknya sudah balig ( dewasa,berakal sehat,jujur )
ž  Barang yang dijadikan modal hendaknya diketahui jumlahnya atau nilainya dan tunai
ž  Jenis usaha  dan tempatnya sebaiknya disepakati bersama, tetapi jangan terlalu di batasi sehingga menyulitkan pihak yang menjalankan modal;
ž  Besarnya keuntungan bagi muqrid dan muqtarid, hendaknya sesuai dengan kesepakatan mereka pada waktu akad;
ž  Muqtarid  hendaknya bersikap jujur (amanah) dan tidak boleh menggunakan modal untuk kepentingan sendiri dan orang lain tanpa seizin muqrid


Apabila sistem qirad yang di ajarkan islam di terapkan dalam masyarakat tentu akan mendatangkan banyak hikmah yaitu antara lain:
a)      Mewujudkan persaudaraan dan persatuan khususnya antara kaya (pemilik modal) dan kelompok miskin (yang menjalankan modal)
b)      Mengurangi atau mungkin menghilangkan pengangguran
c)      Memberikan pertolongna pada fakir miskin (yang menjalankan modal ) untuk dapat hidup sendiri

3.      Muzara’ah, mukhabarah, dan musaqah

(1 )Muzara’ah dan mukhabarah
               muzara’ah ialah taruhan hasil sawah atau ladang antara pemilik dan penggarap sedangkan benihnya berasal dari pemilik. Jika benihnya berasal dari penggarap di sebut mukhabarah.
              muzara’ah dan mukhabarah merupakan kerjasama di bidang pertanian yang di bolehkan islam  dan sesuai dengan ketentuan syara’ dan dalam pelaksanaan tidak ada unsur kecurangan dan pemaksaan.


Adapun ketentuan yang harus di penuhi dalam muzarabah atau mukharabah adalah sebagai berikut:
      Pemilik dan penggarap harus sudah bailigh (dewasa), berakal sehat, dan bersikap amanah (jujur).
      Sawah atau ladang yang di garap betul-betul (ladang)nya untuk di garap
      Hendaknya di tentukan lamanya masa penggarapan .Misalnya, satu tahun atau dua tahun, dua kali masa panen atau empat kali masa panen.
      Besarnya paruhan hasil sawah (ladang)untuk pemilik atau penggarap atau di tentukan berdasar musyawarah antara keduanya yang di liputi oleh rasa kekeluargaan dan keadilan
pemilik dan penggarap hendaknya menaati ketentuan-ketentuan yang telah mereka sepakati bersama


(2) Musaqah

      musaqah ialah paruhan hasil kebun antara pemilik dan penggarap, yang besar bagian masing-masingnya sesuai perjanjian pada waktu akad.
      Mengenai ketentuan-ketentuan yang harus di penuhi dalam musaqah, sama dengan ketentuan yang berlaku pada muzara’ah



Manfaat-manfaat dari muzara’ah:
q  mewujudkan persaudaraan dan tolong menolong khususnya antara pemilik tanah pertanian dan penggarap
q   mengurangi dan menghilangkan pengangguran menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.
q   memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah pertanian.
q   usaha pencegahan terhadap terjadinya lahan-lahan krisis
q  Memelihara ,meningkatkan dan melestarikan keindahan alam (lingkungan).


4.      Sistem perbankan yang islami
Berdasar dan sesuai dengan ajaran islam yang dapat di rujuk kepada al-qur’an dan hadist. Pengelola sistem perbankan yang islami di kenal dengan nama bank islam (bank syariah)  


5.      Sistem asuransi yang islam
              Menurut pengertian bahasa,kata asuransi  (yang bahasa arabnya At-Ta’min) berarti pertanggungan.menurut istilah,asuransi adalah akad (perjanjian ) antara penanggung (perusahaan asuransi ) dan yang mempertanggungkan sesuatu (peserta perusahaan asuransi )
                Asuransi termasuk bidang muamalah yang belum dikenal pada masa rasulullah saw.pada masa khulafa’ngur rasyidin, pada masa kebangkitan islam, bahwan pada masa pembukuan fikih islam.asuransi muncul pada kira-kira abad ke-14 m.
                Bentuk asuransi yang cara kerjanya sesuai dengan ajaran islam,misalnya asuransi tolong menolong ( at-ta’min at-ta’awun )
Allah SWT. Berfirman ,
“ dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan ) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. “ (QS.AL-MAIDAH.5;2)


6.      Hikmah kerjasama ekonomi yang islami

ž  Membuktikan ketundukannya kepada allah swt melalui aktifitas ekonomi
ž  Patuh untuk tidak menyentuh riba, membayarkan zakat, berinfaq, sedekah dan tidak memakan barang yang di haramkan
ž   Menjalin hubungan persaudaraan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar